Powered By Blogger

Minggu, 22 November 2015

KKTI M10

REKAYASA ANDALAN SEBAGAI SALAH SATU PROSES MENINGKATKAN KUALITAS PRODUK Rekayasa andalan produk disebut juga dengan rekayasa sietem yang merupakan aktivitas pemecahan masalah. Data, fungsi, dan perilaku produk yang diinginkan dicari, dianalisis, dibuat model kebutuhannya, kemudian dialokasikan ke komponen rekayasa. Selanjutnya komponen-komponen ini disatukan dengan infrastruktur pendukungnya sampai produk tersebut jadi. Komponen rekayasa disini seperti perangkat lunak, perangkat keras, data (basisdata) dan manusia. Sedangkan infrastruktur pendukung berupa teknologi yang dibutuhkan untuk menyatukan komponen dan informasi. Sebagian besar produk dan sistem yang baru masih samar akan fungsi yang dibutuhkan. Oleh karena itu, perekayasa sistem harus membatasi kebutuhan produk dengan mengidentifikasi ruang lingkup fungsi dan kinerja yang diinginkan dari sistem atau produk tersebut. Dalam rekayasa produk ada beberapa aktivitas yang akan dilakukan untuk mengetahui data, fungsi dan perilaku produk yang diinginkan sebelum pengembangan produk dilakukan diantaranya adalah: Analisa Sistem Tujuan dilakukan analisa sistem adalah • Mengidentifikasi kebutuhan pelanggan. • Mengevaluasi kelayakan sistem. • Melakukan analisis teknis dan ekonomis, • Mengalokasikan fungsi-fungsi untuk perangkat lunak, perangkat keras, • basisdata, manusia, dan elemen sistem yang lain. • Membuat batasan biaya dan jadwal. • Menentukan definisi sistem yang menjadi dasar kerja bagi komponen sistem baik perangkat lunak, perangkat keras, basisdata dan manusia. Tiap produk, apapun jenisnya, pasti akan mengalami kegagalan. Banyak hal yang mempengaruhi dan beragam pula mekanisme yang menyebabkan terjadinya kegagalan tersebut. Umumnya, kegagalan ini akan menyebabkan banyak sekali ketidak-nyamanan sebagai tambahan terhadap dampak ekonomisnya. Tak sedikit pula, beberapa dari kegagalan ini meningkatkan perhatian terhadap keselamatan manusia, terlepas dari ada atau tidaknya kecelakaan fatal yang diakibatkannya. Namun, banyak pula kegagalan yang akibatnya lebih signifikan dari sekedar dampak ekonomis dan keselamatannya. Contoh terakhir yang cukup baik adalah meledaknya pesawat ruang angkasa Challenger beberapa tahun yang lalu. Meledaknya Challenger ini diakibatkan oleh kegagalan dari komponen rubber O-rings yang digunakan untuk melapisi keempat bagian dari booster rockets. Kegagalan komponen ini berawal dari temperatur dibawah titik beku sebelum peluncuran yang berkontribusi terhadap kegagalan dimaksud dengan membuat rubber menjadi mengkerut. Dari ilustrasi dan contoh diatas, kita bisa menyimpulkan bahwa dampak dari kegagalan produk dan sistem bervariasi dari ketidak-nyamanan dan biaya yang kecil terhadap kecelakaan manusia, kerugian ekonomis yang signifikan, sampai pada kematian. Berbagai penyebab dari kegagalan ini mencakup engineering design yang buruk, konstruksi atau proses manufaktur yang salah, human error, perawatan yang jelek, pengujian dan inspeksi yang tidak mencukupi, penggunaan yang tidak tepat, dan kurangnya proteksi terhadap tekanan lingkungan yang berlebihan. Dengan hukum yang telah ada dan berbagai keputusan pengadilan terbaru, maka pihak manufaktur dianggap paling bertanggung jawab karena telah gagal mempertimbangkan dengan tepat keamanan (safety) dan keandalan (reliability) dari produk yang dihasilkan. Hal ini yang akhirnya mengarah pada kondisi bahwa engineer yang berwenang terhadap desain produk harus memasukkan faktor keandalan sebagai salah satu kriteria desainnya. Rekayasa keandalan terdiri dari aplikasi sistematis prinsip-prinsip rekayasa dihormati dan teknik diseluruh siklus hidup produk dan dengan demikian merupakan komponen penting dari program yang baik Product Lifecycle Management (PLM). Evaluasi keandaln produkatau proses dapat mengacu sejumlah analisis keandaln yang berbeda. Tergantung pada fase siklushidup produk, beberapa jenis analisis yangtepat. Sebagai analisi rehabilitas sedang dilakukan, adalah mungkin untuk mengantisipasi dampakkeandalan perubahan desaindan koreksi. Analisa rehabilitas yang berbeda semua berkait, dan memeriksa keandalan produk atau sisitem dari perspeksi yang berbeda, untuk menentukan kemungkinan masalah dan membantu dalam menganalisis koreksi dan perbaikan. Tujuan dari rekayasa keandalan adalah untuk mengevakuasikeandalan yang merekat pada produk atau proses dan menentukan potensi daerah untuk perbaikan keandalan . Realistis, semua kegagalan tidak dapat dihilangkan dari desain ,sehingga tujuan lain dari rekayasa andalan adalah untuk mengidentifikasi kegagalan yang paling mungkin dan kemudian mengidentifikasi tindakan yang tepat untuk mengurangi dampak dari kegagalan tersebut. Rekayasa keandalan (reliability engineering) berupaya untuk melakukan studi, karakterisasi, pengukuran, dan analisis terhadap berbagai kegagalan dan aktivitas perbaikan-kembali dari komponen atau sistem dalam rangka meningkatkan penggunaan operasionalnya. Peningkatan ini dilakukan melalui design life, eliminasi atau reduksi kemungkinan munculnya berbagai kegagalan dan resiko keselamatan, yang karenanya akan meningkatkan waktu pengoperasian yang tersedia. Untuk membangun kemampuan kompetitif bangsa harus dilaksanakan secara bersama-sama, konvergen dan sinergis. Dalam hal pengembangandan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi kesejahteraanbangsa, komponen pemerintah, perguruan tinggi, dan industri harus bersama-sama menyatukan potensi dalam satu jaringan kerja yang setaradan sederajat untuk melakukan penelitian dan pengembangan secaraterorganisir dan sistematik. Apalagi dalam era globalisasi saat ini Indonesiaseperti negara berkembang lainnya dihadapkan pada tantangan munculnyapersaingan bebas dalam perdagangan antar bangsa. Adanya persainganbebas ini akan menyebabkan Indonesia “diserbu” berbagai macam produkdan teknologi baru dari negara lain. Konsep Dasar Keandalan adalah Suatu produk dikatakan memiliki nilai sebagai akibat dari utilitas atau performansinya dalam memenuhi suatu kebutuhan atau permintaan dari konsumen. Beberapa faktor yang berkontribusi terhadap nilai yang tinggi bagi suatu produk adalah versatilitas, kemudahan penggunaan, keamanan, estetika, dan keandalannya. Keandalan (reliability) didefinisikan sebagai probabilitas bahwa suatu komponen atau sistem akan melakukan fungsi yang diinginkan sepanjang suatu periode waktu tertentu bilamana digunakan pada kondisi-kondisi pengoperasian yang telah ditentukan. Atau dalam perkataan yang lebih singkat, keandalan merupakan probabilitas dari ketidak-gagalan terhadap waktu. Menentukan keandalan dalam pengertian operasional mengharuskan definisi diatas dibuat lebih spesifik. Pertama, harus ditetapkan definisi yang jelas dan dapat diobservasi dari suatu kegagalan. Berbagai kegagalan ini harus didefinisikan relatif terhadap fungsi yang dilakukan oleh komponen atau sistem. Dari ilustrasi dan contoh kita bisa menyimpulkan bahwa dampak dari kegagalan produk dan sistem bervariasi dari ketidak-nyamanan dan biaya yang kecil terhadap kecelakaan manusia, kerugian ekonomis yang signifikan, sampai pada kematian.Tiap produk, apapun jenisnya, pasti akan mengalami kegagalan. Banyak hal yang mempengaruhi dan beragam pula mekanisme yang menyebabkan terjadinya kegagalan tersebut. Umumnya, kegagalan ini akan menyebabkan banyak sekali ketidak-nyamanan sebagai tambahan terhadap dampak ekonomisnya. Tak sedikit pula, beberapa dari kegagalan ini meningkatkan perhatian terhadap keselamatan manusia, terlepas dari ada atau tidaknya kecelakaan fatal yang diakibatkannya. Hal ini yang akhirnya mengarah pada kondisi bahwa engineer yang berwenang terhadap desain produk harus memasukkan faktor keandalan sebagai salah satu kriteria desainnya. Rekayasa keandalan (reliability engineering) berupaya untuk melakukan studi, karakterisasi, pengukuran, dan analisis terhadap berbagai kegagalan dan aktivitas perbaikan-kembali dari komponen atau sistem dalam rangka meningkatkan penggunaan operasionalnya. Peningkatan ini dilakukan melalui design life, eliminasi atau reduksi kemungkinan munculnya berbagai kegagalan dan resiko keselamatan, yang karenanya akan meningkatkan waktu pengoperasian yang tersedia. Bilamana diaplikasikan terhadap produk, beberapa tahapan yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut: • Penguraian dari struktur produk berdasarkan produk, subsistem, dan tiap komponennya konstruksi dari Function Block Diagram (FBD). • Penguraian dari arsitektur produk dalam bentuk komposisional dari konfigurasi dalam Reliability Block Diagram (RBD). • Asesmen terhadap tingkat keandalan dari tiap komponen (reliability estimation) yang berdasarkan RBD • Upaya peningkatan keandalan dari produk akan dilakukan dengan analisis statistikal terhadap karakteristik kegagalan pada tiap tahapan bathtub curve nya, • Perwujudan peningkatan ini bisa saja mengarah pada perlu diubahnya engineering design dari produk secara teknis dan ekonomisnya. Dalam karya ilmiah ini, ada empat istilah yang sering digunakan dalam rekayasa keandalan dibahas. Contoh ini menunjukkan bagaimana mereka digunakan untuk tujuan yang berbeda. MTTF biasanya digunakan untuk sistem non-diperbaiki. MTBF, yang terkenal paling panjang, biasanya digunakan untuk sistem diperbaiki dan juga banyak digunakan untuk kasus di mana kegagalan adalah distribusi eksponensial. Rata-rata waktu antara penggantian dan MTBF dengan penggantian dijadwalkan diterapkan untuk sistem diperbaiki dengan jadwal pemeliharaan preventif. Berarti waktu antara penggantian dapat digunakan untuk menemukan interval pemeliharaan yang optimal untuk meminimalkan biaya per satuan waktu REFERENSI ; https://dmrosyid.wordpress.com/2007/09/07/info-buku-baru-pengantar-rekayasa-kendalan/ http://www.scribd.com/doc/128484854/Riset-Andalan-Perguruan-Tinggi-Dan-Industri-Rapid http://idrel.blogspot.co.id/ http://patrarijaya.co.id/reliability-engineering/ http://edwinfalsq.blogspot.co.id/2010/04/dasar-dasar-keandalan.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Daftar Blog Saya