Powered By Blogger

Sabtu, 12 September 2015

RSK SKRIPSI 2

SEKRIPSI 2 Judul Skripsi : Aktivitas Public Relations PT Astra Inernasional Tbk dalam Membina Media Relations (Periode Januari 2004-Maret 2005). Nama Peneliti : Desti Arya Kuntarti Tahun Penelitian : 2005 Latar Belakang Public Relations (PR) adalah salah satu bagian yang berkontribusi penting dalam struktur organisasi perusahaan. Hal ini dikarenakan PR merupakan fungsi strategi dalam manajemen yang melakukan komunikasi untuk menimbulkan pemahaman dan penerimaan dari publik (Rhenald Kasali, 1996: 15). Istilah publik dalam public relation dapat disebut sebagai stakeholder, yakni kumpulan dari orang-orang atau pihak-pihak yang berkepentingan terhadap perusahaan. Kemudian, khalayak terbagi menjadi dua yang dikenal dengan internal public, yaitu mereka yang bekerja di dalam suatu organisasi atau perusahaan (pemegang saham, manajer, dan top executives, serta karyawan), sementara yang lainnya disebut dengan external public, yaitu orang-orang yang terdapat di dalam mesyarakat (konsumen, bank, pemerintah, pesaing, dan komunitas) (Mahidin Mahmud, 1993, 81). Media yang digunaka PR berbeda-beda, publik internal melakukan komunikasi dengan tatap muka dan media internal. Sedangkan untuk publik eksternal, menggunakan media massa atau pers sebaga tempa untuk berkomunikasi. Media massa sangat memegang peranan penting sebagai sumber informasi dan pembentuk opini publik. Atas dasar itulah, maka perusahaan menyadari akan kekuatan dan pentingnya peranan media massa, Divisi PR-nya akan berusaha sebaik mungkin untuk mengelola sebuah kebijakan yang berhubungan dengan media relations. Dalam buku Koalisi Dominan: Refleksi Kritis Atas Peran dan Fungsi Public Relations dalam Manajemen, Ridwan Nyak Baik (2004: 152) mengemukakan bahwa koalisi strategis antara PR dengan pers dapat dikembangkan atas dasar saling ketergantungan dan saling membutuhkan. Untuk membina hubungan baik dengan media, praktisi public relations dituntut memiliki tiga hal. Pertama adalah pengetahuan. Tanpa mengetahui seluk beluk perusahaan secara rinci, maka mustahil akan bisa menjadi PR yang baik. Kedua adalah skill. Keterampilan untuk membina hubungan da menjelaskan secara runtun terhadap persoalan yang ingin diungkapkan, merupakan suatu keharusan. Cara untuk menyampaikan juga sangat penting bagi keberhasilan penyebarluasan informasi. Permasalahan Penelitian Banyak perusahaan tidak jeli dalam memanfaatkan peran dan fungsi media massa. Bahkan, tidak jarang ditemukan kesalahan persepsi antara kedua belah pihak. Pers menilai praktisi PR bekerja hanya sebatas operasional keseharian, tidak mampu mengaktualisasikan dirinya pada fungsi manajemen strategis. Pers selalu menaruh curiga pada PR. Kesalahan persepsi ini tentu sangat berpotensi untuk menimbulkan konflik. Konflik yang terjadi kadang membuat wartawan atau pers enggan untuk bekerjasama dengan PR. Selain itu, wartawan sering tidak puas dengan release yang dikirim oleh praktisi PR. Dan sebaliknya, kerap sekali praktisi PR mengeluhkan tentang berita yang muncul di media massa, PT Astra International merupakan satu di antara sedikit perusahaan yang memiliki hubungan baik dengan media massa. Prinsip kesetaraan selalu dipegang teguh oleh keduanya. Hal ini menimbulkan reaksi positif dari berbagai kalangan dengan melihat kerjasama antara PT Astra International dengan media massa. Bagaimana PT Astra International membina media relations sehingga memperoleh citra yang baik di hadapan publiknya adalah komitmen keduanya dalam membangun hubungan. Tujuan Penelitian • Memperoleh gambaran mengenai media relations, dalam hal ini adalah hal-hal apa saja yang diimplementasikan oleh praktisi PR PT Astra International Tbk dalam membina media relations. • Mengetahui tanggapan media terhadap pelaksanaan media relations PT Astra International Tbk. Kerangka Teori • Dasar dari adanya kegiatan PR adalah penerangan kepada masyarakat, persuasi untuk mengubah sikap dan tingkah laku masyarakat, usaha untuk mengintegrasikan sikap dan perbuatan suatu badan dengan sikap dan perbuatan masyarakat dan sebaliknya (Onong, 1998: 17) • Empat peran yang dapat dimainkan oleh PR dalam membina saling pengertian menurut Philp Lesly. • Public Relations erat hubungannya terhadap citra. IPR mengemukakan bahwa “Public Relations is about reputation – the result of what you do, what you say and what others say about you” (Harrison, 2000:2) Metodologi Penelitian • Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati (Lexy J. Moleong, 2000: 3). • Pendekatan diarahkan secara holistik (utuh). • Penelitian ini berisikan abstraksi, konsep, hipotesis, dan teori dari rincian yang diperoleh. Hasil Penelitian Hasil yang telah didapatkan ialah hasil penggalian data mengenai holding company yang bergerak dibidang aneka industri PT Astra Internasional Tbk. Telah dilakukan wawancara dengan beberapa kalangan penting yang terkait yang kemudian mendalami topik yang didiskusikan, yaitu tentang corporate public relations dalam menjalankan media relations. Kedudukan PR di dalam PT Astra International Tbk menempati posisi yang strategis dan prestisius. Berada di level divisi, di mana divisi ini berada di bawah Corporate Communications yang dipimpin oleh seorang chif berpangkat VP. Komunikasi yang dilakukan PT Astra International terhadap media massa ialah komunikasi dua arah, sehingga tercapai goodwill, understanding, dan supportive. Hal ini dibuktikan dengan hasil temuan data pada Astra International berupa press release, press statement, dan lain-lain. Hubungan media yang baik dapat dilihat dengan PT Astra International tidak menutupi saluran informasi, memahami dan melayani media, tidak memaksa pemuatan berita di media massa, tidak membanjiri media, dan membangun hubungan personal yang kokoh. Kesimpulan • Kedudukan PR Astra International yang strategis yaitu tepat dibawah CEO atau Presiden Direktur berdampak besar terhadap peran dan fungsi PR Astra International dalam melakukan media relations karena dengan demikian PR Astra international mempunyai akses cepat melakukan komunikasi dengan top management di mana PR harus mampu menerjemahkan keinginan media terhadap perusahaan dan sebaliknya. • Peran dan fungsi PR Astra International tidak hanya ditunjang oleh nilai dan sistem perusahaan yang baik, namun juga ditunjang dengan orang yang capable dan berkompeten. • Melakukan penyebaran release, konferensi pers, kunjungan pers, dan juga mengadakan olahraga, mengundang plant tour, melaksanakan workshop, dan lain-lain. • PT Astra International mengadopsi hubungan media dari Jefkins dan Cutlip Center, melalui mutual understanding, mutual confidence, dan tolerance antar kedua belah pihak. KOMENTAR : Mengenai masalah pada skripsi ini tidak perlu dikomentari lagi karena skripsi ini mempunyai nilai bobot yang tinggi dengan banyak manfaatnya untuk menggambarkan dan memberikan motivasi tentang sebuah perusahan yang mempunyai daya saing yang begitu besar dengan meningkatkan mutu dan kualitas bagi anak perusahaan yang bekerja sama dengan PT Astra Internatioanl . SARAN : Saran saya mengenai skripsi ini adalah perlunya ditambahi mengenai rencana tujuan dan perubahan – perubahan perkembangan pada PT Astra International dimasa yang akan datang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Daftar Blog Saya