Sabtu, 05 Desember 2015
DOKUMENTASI PROSES PERAKITAN SEBAGAI SISTEM KUALITAS MANAGEMENT
PENDAHULUAN
PT. Dunia Expres merupakan perusahaan manufaktur yang memproduksi peralatan rumah sakit (Hospital Equipment). Dalam perkembangannya juga memproduksi produk selain peralatan rumah sakit seperti modern chair dan saat ini PT. Dunia Expres tengah mengembangkan usaha baru yang benar-benar berbeda dari peralatan rumah sakit, yaitu pembuatan mesin injeksi plastik (Injection Moulding Machine). PT. Dunia Expres menggunakan ISO 9001: 2000 sebagai standar sistem manajemen kualitas yang mereka terapkan. Sistem manajemen kualitas merupakan sekumpulan prosedur terdokumentasi dan praktek-praktek standar untuk sistem manajemen kualitas yang bertujuan menjamin kesesuaian dari suatu proses dan produk terhadap kebutuhan atau persyaratan yang ditetapkan oleh pelanggan dan organisasi atau perusahaan (Gaspersz, 2002). ISO 9001 memberikan pedoman dalam mengelola sistem dokumentasi agar dokumen-dokumen yang dibuat oleh perusahaan dapat efektif dan efisien. Dalam ISO 9001, pengendalian mutu harus dimulai dari masing-masing proses yang terdapat dalam perusahaan. Setiap proses merupakan output dari proses sebelumnya dan merupakan input untuk proses sesudahnya. Setiap proses tersebut saling berinteraksi satu sama lain sehingga pengendalian mutu pada setiap proses tentunya akan dapat mengendalikan mutu keseluruhan secara sistematis. Sistem manajemen kualitas ISO 9001:2000 sudah diterapkan dihampir semua unit yang ada di PT.Dunia Expres. Seperti halnya di unit-unit lain, PT.Duni Expres juga berkeinginan untuk menerapkan sistem manajemen kualitas ISO 9001:2000 di unit perakitan Injection Moulding Machine ini.
PERMASALHAN
Sistem manajemen kualitas terdiri dari empat level dokumentasi, yaitu manual mutu, prosedur mutu, instruksi kerja, dan formulir.. Dokumen dibuat sebagai standar pelaksanaan proses-proses yang ada. Dengan adanya prosedur terdokumentasi maka proses-proses dan aktivitas-aktivitas yang ada dapat dilaksanakan secara konsisten dari waktu ke waktu dan dengan konsistensi proses tersebut, diharapkan dapat menghasilkan produk yang berkualitas secara konsisten pula. Dokumen-dokumen yang sudah digunakan di unit perakitan Injection Moulding Machine masih sangat terbatas pada dokumen-dokumen umum seperti formulir yang digunakan pada proses pembelian dan pemesanan komponen. Dokumen-dokumen spesifik yang berkaitan dengan proses perakitan dan inspeksi Injection Moulding Machine belum ada. Padahal keberadaan dokumen-dokumen tersebut sangat diperlukan untuk proses pengendalian mutu produk. Bagian selanjutnya dari makalah ini akan diuraikan secara ringkas proses pembuatan dokumen proses di Unit Perakitan Injection Moulding Machine PT Dunia Expres sebagai bagian dari persiapan penerapan manajemen kualitas ISO 9001 versi 2000.
PEMBAHASAN
Proses-proses yang ada di unit ini merupakan proses realisasi produk dan proses pengukuran. Identifikasi terhadap proses-proses yang ada dilakukan melalui observasi yang dilakukan pada lantai produksi Injection Moulding Machine. Proses-proses tersebut adalah :
1. Perencanaan produksi ; Merupakan kegiatan membuat perencanaan produksi berdasarkan rencana produksi bulanan yang dilakukan.
2. Verifikasi penerimaan material ; Merupakan proses inspeksi incoming material, baik hasil pembelian oleh unit Finance and Asset Management (FAM) maupun komponen yang berasal dari unit Komponen Logam dan Machinery.
3. Pengiriman material/komponen ke area perakitan ; Merupakan proses pengiriman komponen dari gudang unit ke area perakitan.
4. Perakitan ; Merupakan kegiatan perakitan komponen-komponen menjadi produk Injection Moulding Machine. Perakitan ini terdiri dari dua tahap perakitan, yaitu perakitan komponen menjadi sub assembly dan perakitan sub assembly menjadi produk akhir.
5. Inspeksi ; Merupakan kegiatan pemantauan kegiatan perakitan yang meliputi inspeksi proses, dan inspeksi produk jadi.
6. Pengemasan/packing ; Merupakan proses pengemasan produk setelah lolos inspeksi akhir.
KESIMPULAN
Dari hasil penelitan yang diperoleh kesimpulan dan saran sebagai berikut :
1. Proses-proses yang ada di unit perakitan Injection Moulding Machine adalah :
• Perencanaan produksi : merupakan kegiatan membuat perencanaan produksi berdasarkan rencana produksi bulanan yang dilakukan.
• Verifikasi penerimaan material : merupakan proses inspeksi incoming material, baik hasil pembelian oleh unit Finance and Asset Management (FAM) maupun komponen yang berasal dari unit Komponen Logam dan Machinery.
• Pengiriman material/komponen ke area perakitan : merupakan proses pengiriman komponen dari gudang unit ke area perakitan.
• Perakitan : merupakan kegiatan perakitan komponen-komponen menjadi produk Injection Moulding Machine. Perakitan ini terdiri dari dua tahap perakitan, yaitu perakitan komponen menjadi sub assembly dan perakitan sub assembly menjadi produk akhir.
• Inspeksi : merupakan kegiatan pemantauan kegiatan perakitan yang meliputi inspeksi proses, dan inspeksi produk jadi.
• Pengemasan/packing : merupakan proses pengemasan produk setelah lolos inspeksi akhir.
2. Dokumen yang dibutuhkan untuk menerapkan sistem manajemen kualitas ISO 9001:2000 di unit perakitan Injection Moulding Machine adalah :
Prosedur yang dibutuhkan adalah : Prosedur verifikasi hasil pembelian, Prosedur pengendalian produksi dan validasi proses produksi, Prosedur indentifikasi dan mampu telusur, Prosedur pemantauan dan pengukuran proses dan produk, Prosedur pengendalian produk tidak sesuai.
Instruksi Kerja : Standar Instruksi Kerja, Instruksi kerja Quality Patrol Check
Formulir yang dibutuhkan antara lain: Form Permintaan/Order Pembelian, Surat Pesanan Komponen, Quality Check Sheet (QCS), Lembar Review Desain, Quality Patrol Check Sheet, Kertas Kerja Produksi (KKP), Form penyerahan barang jadi ke gudang
3. Proses-proses yang ada di unit perakitan Injection Moulding Machine sebaiknya dilakukan sesuai dengan standar kerja terdokumentasi yang dibuat agar proses-proses tersebut dapat dilakukan dengan efektif dan efisien.
4. Setelah dokumentasi yang dibuat diterapkan, perusahaan sebaiknya melakukan gap analysis untuk menentukan gap antara sistem yang ada di unit perakitan Injection Moulding Machine dengan persyaratan ISO 9001:2000, untuk mengetahui tingkat persyaratan yang terpenuhi sehingga dapat diambil tindakan agar semua persyaratan yang sesuai terpenuhi.
DAFTAR PUSTAKA
Beaumont, Leland R. (2002). ISO 9001, The Standard Illustrations, www.isoeasy.com.
Gaspersz, Vincent. (2002). ISO 9001:2000 And Continual Quality Improvement, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Suardi, Rudi. (2003). Sistem Manajemen Mutu ISO 9000:2000 Penerapannya Untuk Mencapai TQM, Penerbit PPM, Jakarta.
Tjiptono, Fandy dan Diana, Anastasia. (2002). Total Quality Management, Andi offset, Yogyakarta.
Wilson, T. C. (2001). Ten Step to ISO 9000, Hickman, Williams & Company, Livonia Michigan.
Langganan:
Komentar (Atom)
